Anda memasuki Zona Integritas - Wilayah Bebas Korupsi

Mantap, Tim Intelijen Kejagung RI, Dan Intelijen Kejari Tangerang Ringkus Buronan

0

dutainfo.com-Jakarta: Tim Intelijen Kejaksaan Agung dan Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, berhasil meringkus buronan tindak pidana korupsi pengadaan eskalator di kantor DPRD kota Bontang dengan kerugian 1,3 M, pada Kejaksaan Negeri Bontang, Kalimantan Timur berinisial IGNKS, di Bandar Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Kamis (4/3/2021).

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang I Gede Dewa Wirajana, SH.MH, melalui Kasi Intelijen Kejari Kota Tangerang, R Bayu Probo S, membenarkan informasi adanya penangkapan buronan (DPO), Kejaksaan Negeri Bontang, Kalimantan Timur, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Saat menerima informasi dari Tim Intelijen Kejagung RI pada Kamis (4/3/2021), bahwa ada buronan berinisial IGNKS akan bergerak dari Bandara Soeta menuju Denpasar Bali, dengan cepat tim intelijen Kejari Kota Tangerang, yang dipimpin Kasi Intelijen Kejari Kota Tangerang, R Bayu Probo S, langsung melakukan pengecekan ke Terminal 2 Bandara Soeta dan berkoordinasi dengan tim intelijen Kejagung RI.

“Saat tim melakukan pengecekan DPO, namun tidak ditemukan buronan IGNKS, karena manifest penerbangan tidak ada nama DPO,” ujar Bayu.

Namun tim, mendapatkan informasi buronan IGNKS, menggunakan mobil Pajero memasuki area Bandara Soeta, saat itu juga tim, melakukan pengamanan dan ternyata didalam mobil tersebut selain DPO, juga terdapat istrinya serta sopir.

“Selanjutnya Tim Intelijen Kejagung Dan Tim Intelijen Kejari Kota Tangerang, mengamankan buronan IGNKS, di Posko Bandara Soeta, setelah dilakukan pengecekan identitas dinyatakan memang benar itu buronan IGNKS yang merupakan DPO Kejari Bontang, Kalimatan Timur,” ungkap Bayu.

Selanjutnya Buronan IGNKS dilakukan penahanan sementara di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, guna menunggu Tim Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, dan Kejaksaan Negeri Bontang tiba, untuk segera dieksekusi ke Balikpapan.

Seusai perintah Jaksa Agung RI, kami akan terus memburu buronan, karena tidak ada tempat yang aman dan nyaman bagi buronan, tutupnya.(Hdr/tim)

Share.

Leave A Reply